JAHIL

JAHIL

Sekali jahil tetap jahil. Kebiasaan ini sangat tidak menyenangkan apabila di bawa di tengah pertemanan seperti memanfaatkan akun yang dimiliki seseorang. Di dalam akun pertemanan sudah umum bila melihat-lihat gambar atau photo yang kemudian mengundang orang lain berbuat jahil. Keinginan melihat-lihat akun memang seperti membuka searchingan sama penasarannya saat membaca blog biar tambah tahu yang di edit oleh pemilik laman atau blog itu. Sayangnya mereka yang keranjingan tersebut lalu ulahnya berubah menjadi gelagat yang tidak etis, seperti berselancar ke dalam situs negatif dan memberikan komentar yang kurang baik hingga memanfaatkan kecemburuan akan gambar dan photo teman untuk disaingi. Cemburu memang kebiasaan tidak baik dalam pertemanan. Dan jahil bisa berubah racun untuk sebutan saudara. Sebuah kebiasaan jahil di buat sedemikian rupa seperti yang pernah kita alami akibat cemburu akan memutuskan pertemanan atau persaudaraan, namun si pembuat jahil tidak merasakan perasaan dari orang yang dicemburuinya atau diusilinya tadi lewat akun punyanya. Bagaimanakah perasaan kamu wahai si pembuat kejahilan, apakah karena cemburu atau juga hal itu sudah kebiasaan buruk kamu terhadap akun pertemanan. Kamu itu tidak sadar bukan bila ini adalah pengalaman pahit jahil sekali jahil akan tetap jahil. Sekali lancung selamanya orang tidak bisa mempercayai.

Jahil itu ulahnya dari teman juga saudara meskipun dia beretika namun pengaruh jahil berakibat putusnya toleransi tadi. Pengaruhnya di sebut cemburu atau sok tahu tapi dampaknya kerugian buat si empunya. Itulah jahil. Jari-jari di atas kaca dashboard atau seluler. Pepatah bilang dari mata turun ke hati sudah terdengar mulut ikut menggoda. Kalau penasaran coba kita usili lewat rayuan pertemanannya. Jahil kok di coba-coba akibatnya malah di bilang salah kaprah malu kita dong.

Jahil akibat dari kepédéan biar pasangan kata mereka. Harusnya pédé malah bubaran atau harusnya saling pengertian malah cemburuan merasa diusili. Harusnya pasangan malah tegang sangka. Waduh jelek yah, akibat buruk dari kebiasaan jahil tadi. Saya tidak pernah jahil apalagi tidak beretika kalau di depan seluler. Jahil bukan ide dari kepribadian guru. Orang ngelantur namanya lupa waktu baik dia bagi siapa saja. Umumnya orang model begini bersama si jahil tak ada penampilan di publik alias samaran belaka, beraninya cuma dari belakang atau juga beraninya cuma dengan topeng. Jahil adalah tipe orang berkedok. Bukan penampilan orang biasa-biasa saja di depan umum. Saya orang biasa-biasa saja yang punya gambar dan photo di dalam akun tetapi tidak senang cemburu usilnya teman jahil. Kamu tidak suka. Titik.

Jadilah yang pertama suka lalu komentar dengan alamat jelasmu dan kirim kepada pemiliknya sendiri. Supaya banyak kolega kita. Terimakasih.IMG_1651

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s